October 2008


Ini instalasi yang saya lakukan di Slackware 12.1, sebenarnya saya sedang mencoba untuk Membangun File server dan PDC (Primary Domain Controller) menggunakan samba. terbentur dengan pemahaman saya yang belum pernah mengubah file smb.conf, maka saya putuskan untuk menginstall Webmin. Pengalaman saya ketika mengubah file smb.conf ketika dilakukan mengecekan dengan perintah #testparm atas hasil konfigurasinya. Ada aja kesalahan yang saya perbuat. Dengan webmin kita tinggal memasukan isi konfigurasi samba yang akan di rubah.

Anda dapat menguduh paket resource

wget -c http://internode.dl.sourceforge.net/sourceforge/webadmin/webmin-1.430.tar.gz

(more…)

Mengadministrasian server dalam jaringan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator jaringan. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi agar di dapat hasil yang baik. Komputer yang terhubung jaringan local atau luas harus diatur dengan baik oleh seorang admin, baik dari sisi akses data, pembagian kegunaan atau pembagian pakai, keamanan dan kenyamanan data untuk diakses. Seringkali masing-masing user menyimpan datanya tanpa memperhatikan kapasitas harddisk komputer tersebut. Tentu saja hal ini akan menimbulkan masalah-masalah yang membuat pusing seorang administrator.
Untuk mengatasi agar masing-masing user tidak dapat menyimpan data melebihi kapasitas yang diizinkan, maka seorang administrator perlu menerapkan pemberian disk quota pada masing-masing user tersebut. Quota sendiri yaitu sebuah tool sistem administrasi yang digunakan untuk mengelola batasan resouce berupa kapasitas ruang disk yang digunakan user. Sehingga kita memonitor dan membatasi penggunaan disk user maupun group. Akan tetapi mungkin saja ada beberapa user yang ingin diberikan disk quota yang lebih besar atau bahkan mungkin diberikan disk quota yang tidak terbatas. Karena itu dengan penerapan disk quota ini dapat diatur pembagian quota masing-masing user sesuai dengan yang dikehendaki.

Konfigurasi Quota Disk untuk user saja tidak dengan group, dilakaukan di atas Slackware 12.1

Pada Slackware 12.1 Quota sudah ada dalam standar software yang terinstall bersamaan.

1. Modifikasi file /etc/fstab

Pada file /etc /fstab merupakan informasi mounting. Proses mounting pada seluruh device akan di mount secara otomatis pada saat booting.

(more…)

Sebenarnya ini masalah saya ketika pertama kali install Slackware 12.1 di PC, pas coba colokin RJ-45 dari modem ke PC. buru2 saya lihat dengan mengetikan #ifconfig
yang ada local aja.

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:14 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:14 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:1218 (1.1 KiB) TX bytes:1218 (1.1 KiB)

trus dicoba ketikan #ifconfig -a

eth0
eth2

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:14 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:14 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:1218 (1.1 KiB) TX bytes:1218 (1.1 KiB)
(more…)

Pada Slackware untuk dapat menggunakan scroll mouse, kita harus melakukan beberapa peng-editan pada file xorg.conf yang berada di directory /etc/X11/. Untuk dapat mengeditnya kita harus menggunakan editor kesayangan, pada pembahasan ini saya menggunakan editor VI untuk mengedit file xorg.conf:

root@hendra:/# vim etc/X11/xorg.conf

maka akan tampil tampilan seperti berikut:

# **********************************************************************

# Core Pointer’s InputDevice section

# **********************************************************************

Section “InputDevice”

# Identifier and driver

Identifier “Mouse1″

Driver “mouse”

# The available mouse protocols types that you can set below are:

# Auto BusMouse GlidePoint GlidePointPS/2 IntelliMouse IMPS/2

# Logitech Microsoft MMHitTab MMSeries Mouseman MouseManPlusPS/2

# MouseSystems NetMousePS/2 NetScrollPS/2 OSMouse PS/2 SysMouse

# ThinkingMouse ThinkingMousePS/2 Xqueue

Option “Protocol” “IMPS/2″

# The mouse device. The device is normally set to /dev/mouse,

# which is usually a symbolic link to the real device.

Option “Device” “/dev/mouse”

# Option “Device” “/dev/psaux”

# Option “Device” “/dev/ttyS0″

# Option “Device” “/dev/ttyS1″

Option “ZAxisMapping” “4 5″

# When using XQUEUE, comment out the above two lines, and uncomment

# the following line.

Setelah melakukan modifikasi pada file xorg.conf keluarlah pada editor, karena kita menggunakan editor VI maka kita harus menekan ESC lalu SHIFT+: lalu tulislah wq yang artinya write dan quit.

Jika kita melakukan proses Reboot pada Slackware, maka ketika starting Slackware terdapat tulisan di atas login user. Tulisannya yaitu:

Starting gpm: /usr/sbin/gpm -m /dev/mouse -t imps2 (Menandakan bahwa scroll mousenya sudah berfungsi)

Sekarang cobalah scroll pada mouse anda…